♥♥♥blog♥♥♥

don't be angry in my larafikahaamu blog!
please follow me,im alone in this la~rafika web,
huhuhu..

♥♥♥


Friday, June 4, 2010


hachiko
anjing bersejarah di jepang,
achiko, seekor anjing jenis Akita, harus merelakan untuk tidak melihat tanah asalnya ketika dibawa ke Amerika dan dipungut oleh seorang professor. Menghabiskan masa kecil bersama professor dan keluarganya membuat Hachiko menjadi salah satu bagian keluarga walaupun istri professor terkadang tidak dapat menerima kehadirannya.
Beranjak dewasa, Hachiko mulai menjadi anjing yang terlatih. Setiap tuannya berangkat, Hachiko akan mengikuti sampai stasiun dan setiap jam lima kurang, Hachiko akan berangkat (sendirian) dari rumah untuk menjemput tuannya di stasiun. Hal ini berlangsung setiap hari walaupun Profesor sudah melarang Hachiko untuk bepergian. Hanya satu kekurangan Hachiko … tidak mau bermain lempar bola. Namun hal ini kecil artinya dibandingkan dengan’ antar-jemput’ yang dilakukan Hachiko.
Pada suatu hari, Hachiko tidak mau ikut mengantar tuannya pergi. Tentu professor kebingungan, namun ia tidak ambil pusing. Saat sampai di stasiun, ternyata Hachiko mengejarnya. Ia membawa bola dan mulai bermain ‘lempar bola’ dimana untuk pertama kalinya dia mau melakukan hal itu. Profesor tentu saja girang melihatnya, dan setelah bermain untuk beberapa lama, pergilah Profesor. Entah mengapa, tampaknya Hachiko tidak ingin tuannya pergi.
Jam lima kurang, Hachiko sudah menunggu tuannya di stasiun. Namun yang ditunggu tidak kunjung datang. Hachiko terus menunggu dan menunggu … sampai anak Profesor menjemputnya dan membawanya pulang. Ternyata Profesor telah meninggal pada hari itu. Keesokan harinya, Hachiko masih melakukan ritual yang sama sampai anak Profesor kembali mengajaknya pulang.
Hachiko dibawa pindah ke kota lain oleh anak Profesor yang sudah berkeluarga. Namun hal itu tidak menghalangi ritualnya untuk kembali ke stasiun dimana ia menunggu Profesor setiap harinya. Walaupun sudah diajak pulang (dan ke kota lain), Hachiko selalu kembali ke tempat yang sama sampai akhirnya stasiun itu menjadi rumah baginya.
Tanpa terasa bulan berganti bulan, musim berganti musim ….. sudah 9 tahun Hachiko menunggu terus tanpa pernah absen sedikitpun. Akhirnya, di suatu malam bersalju, Profesor akhirnya datang dan mereka pulang bersama, bersamaan dengan hembusan nafas terakhir Hachiko ….

--------------l l-----------------

No comments:

Post a Comment